Emang Boleh Kita Sewaspada Itu Sama Isolasi Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan




Emang Boleh Kita Sewaspada Itu Sama Isolasi Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan ?

Halo pembaca setia! Hari ini kita akan membahas tentang sesuatu yang mungkin terdengar serius, tapi jangan khawatir, kita akan tetap menghadirkannya dengan santai. Jadi, mari kita mulai pembicaraan kita tentang kewaspadaan isolasi di fasilitas pelayanan kesehatan untuk mencegah terjadinya infeksi silang atau yang lebih dikenal dengan istilah HAIS.

Saya yakin banyak dari kita yang pernah mengunjungi fasilitas pelayanan kesehatan, entah itu untuk menjenguk orang terkasih yang sedang sakit atau untuk diri sendiri. Namun, tahukah Anda bahwa fasilitas pelayanan kesehatan adalah tempat yang penuh dengan berbagai macam kuman dan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi? Nah, itulah sebabnya kewaspadaan isolasi di fasilitas pelayanan kesehatan sangatlah penting

Pertama-tama, apa sih sebenarnya HAIS itu? HAIS adalah singkatan dari Healthcare- Associated Infections, yang merupakan infeksi yang didapat pasien selama perawatan di fasilitas pelayanan kesehatan. Nah, tentu saja kita tidak ingin pasien yang seharusnya sembuh malah jadi makin sakit karena terinfeksi di fasilitas pelayanan kesehatan, bukan?

Jadi, salah satu langkah pencegahan yang paling penting adalah isolasi. Isolasi ini dilakukan untuk mencegah penyebaran infeksi dari pasien ke pasien lainnya, atau pun ke petugas medis. Tapi, tentu saja isolasi ini bukan sembarang isolasi. Kita nggak bisa aja pasang tali plastik di sekeliling pasien terus bilang, “Eh, lo jangan keluar dari situ ya, nanti nularin orang lain!” Nah, isolasi di fasilitas pelayanan kesehatan ini melibatkan banyak prosedur dan peralatan khusus, loh.

Pertama-tama, ada isolasi udara. Jadi, kalau pasien itu terkena penyakit yang bisa menular lewat udara, seperti tuberkulosis, mereka akan ditempatkan di ruangan khusus yang dilengkapi dengan sistem ventilasi yang bisa mengatur aliran udara. Jadi, udara dari ruangan isolasi ini tidak akan masuk ke ruangan lain di fasilitas pelayanan kesehatan. Jadi, kalau ada pasien yang nyanyi lagu “Terbanglah bersamaku, menuju ke angkasa” di ruangan isolasi, udaranya nggak akan nyampai ke ruangan lain, deh.


Selanjutnya, ada juga isolasi kontak. Ini untuk pasien yang terinfeksi penyakit yang bisa menular lewat kontak langsung, seperti penyakit-penyakit kulit. Jadi, petugas medis yang merawat pasien ini harus pakai alat pelindung diri yang lengkap, seperti sarung tangan, gown, dan masker. Jadi, kalau ada petugas medis yang keluar dari ruangan isolasi ini terlihat seperti astronot, jangan kaget ya, mereka Cuma sedang mencegah penyebaran infeksi.

Selain itu, ada juga isolasi droplet. Isolasi ini untuk pasien yang terinfeksi penyakit yang menular lewat percikan cairan dari batuk atau bersin, seperti COVID-19. Jadi, pasien ini akan ditempatkan di ruangan khusus dengan jarak tertentu dari pasien lain, dan petugas medis yang merawatnya harus pakai masker khusus yang bisa melindungi dari percikan cairan. Jadi, kalau ada petugas medis yang keluar dari ruangan isolasi ini memakai alat pelindung diri yang terlihat seperti sedang bermain film fiksi ilmiah dan masing-masing pasien di beri jarak 2 meter dari pasien lain, jangan heran ya, mereka Cuma mematuhi protokol isolasi droplet.

Meskipun isolasi ini sangat penting untuk mencegah terjadinya infeksi silang, terkadang masih saja ada orang yang tidak menghiraukan aturan-aturan isolasi ini. Misalnya, ada yang dengan seenaknya masuk ke ruang isolasi tanpa mengenakan perlindungan yang sesuai, atau ada yang malah membawa pulang baju atau perlengkapan dari pasien yang sedang diisolasi. Nah, hal-hal seperti ini tentu saja dapat meningkatkan risiko penyebaran infeksi silang.

Mari kita semua lebih peduli dan mematuhi aturan-aturan isolasi di fasilitas pelayanan kesehatan. Kita tidak mau kan, setelah sembuh dari satu penyakit malah tertular penyakit lainnya di fasilitas pelayanan kesehatan? jangan lupa untuk selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, mengenakan alat pelindung diri yang sesuai saat berkunjung ke fasilitas pelayanan kesehatan, dan menghormati aturan ruang isolasi yang ada.

Jadi, itulah sedikit pembahasan tentang kewaspadaan isolasi di fasilitas pelayanan kesehatan untuk mencegah terjadinya infeksi silang atau HAIs. Semoga pembahasan ini bisa menambah pengetahuan kita semua tentang pentingnya pencegahan penularan infeksi di fasilitas pelayanan kesehatan. Jangan lupa, selalu jaga kebersihan dan patuhi protokol kesehatan, ya! Terima kasih sudah membaca, dan sampai jumpa di pembahasan selanjutnya!


Penulis : Raden Mas Bagus Kasatrio / IPCN RSUD LEUWILIANG