Merawat Kewaspadaan Isolasi Dalam Diri Perawat Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan





Merawat Kewaspadaan Isolasi Dalam Diri Perawat Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan

 

 

Halo para bruder dan suster di fasilitas pelayanan kesehatan ! Apa kabar? Semoga kalian semua dalam keadaan sehat dan semangat untuk terus melindungi pasien-pasien kita dari infeksi silang atau yang biasa disebut dengan HAIs. Kalian tahu kan betapa pentingnya kewaspadaan isolasi di fasilitas pelayanan kesehatan untuk mencegah terjadinya HAIs? Nah, kali ini kita akan membahas tentang hal tersebut dalam artikel ini.

Pertama-tama, mari kita mulai dengan mengingat kembali apa itu HAIs. HAIs atau Healthcare-Associated Infections adalah infeksi yang didapat oleh pasien selama perawatan di fasilitas pelayanan kesehatan . Infeksi ini bisa disebabkan oleh berbagai macam mikroorganisme seperti bakteri, virus, jamur, atau parasit yang mungkin saja ditularkan melalui udaran (Airborne), kontak maupun tetesan (Droplet). Dan kita sebagai perawat di fasilitas pelayanan kesehatan memiliki peran yang sangat penting dalam mencegah terjadinya HAIS ini.

Salah satu langkah yang efektif dalam mencegah terjadinya HAIS di fasilitas pelayanan kesehatan adalah dengan melakukan isolasi terhadap pasien-pasien yang terinfeksi atau yang berisiko tinggi terinfeksi. Isolasi ini bertujuan untuk mencegah penyebaran mikroorganisme patogen dari pasien yang terinfeksi ke pasien lainnya, serta melindungi pasien yang rentan terhadap infeksi.

Tapi, tentu saja melakukan isolasi ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kita sebagai perawat di fasilitas pelayanan kesehatan harus tetap waspada dan memperhatikan berbagai hal agar isolasi ini efektif. Pertama-tama, pastikan bahwa ruangan isolasi benar- benar terisolasi dari kemungkinan paparan antar pasien maupun keluarga pasien dan memiliki ventilasi yang baik. Kita tidak ingin pasien terinfeksi malah semakin sakit karena udara di ruangan isolasi tidak bersirkulasi dengan baik, bukan?

Selain itu, pastikan juga untuk selalu menggunakan alat pelindung diri (APD) ketika merawat pasien yang diisolasi. Jangan sampai kita malah menjadi sumber penularan infeksi karena tidak menggunakan alat pelindung diri seperti masker dan apd lainnya


dengan benar. Dan jangan lupa untuk selalu mencuci tangan dengan benar dan menggunakan hand sanitizer atau sabun cair dalam lima momen saat kita memberikan asuhan kepada pasien secara teratur. Jika kita perhatikan dengan baik, cuci tangan adalah hal paling sederhana untuk mencegah terjadinya penularan infeksi silang atau HAIs. Kita tidak mau kan membawa mikroorganisme patogen dari satu pasien ke pasien lainnya hanya karena lupa mencuci tangan?

Oh ya, jangan lupa juga untuk memberikan edukasi kepada pasien dan keluarganya tentang pentingnya isolasi ini, edukasi yang di berikan bisa berbentuk promosi kesehatan langsung ataupun melalui media-media audiovisual di media sosial agar sasaran edukasinya dapat menyasar para generasi milenial dan generasi Z. Kita perlu menjelaskan dengan baik mengapa isolasi ini diperlukan dan bagaimana cara mereka dapat membantu dalam mencegah penyebaran infeksi. Siapa tahu, dengan pemahaman yang baik, pasien dan keluarganya bisa menjadi mitra kita dalam menjaga kebersihan dan keamanan di fasilitas pelayanan kesehatan .

Terakhir, tetaplah selalu waspada dan jangan pernah meremehkan pentingnya kewaspadaan isolasi di fasilitas pelayanan kesehatan . Kita sebagai perawat memiliki peran yang sangat besar dalam mencegah terjadinya penularan HAIs di fasilitas pelayanan kesehatan dimana kita bekerja, dan itu bukanlah tugas yang mudah. Tapi, dengan kerja keras, kesabaran, dan kegigihan kita pasti bisa melakukannya dengan baik!

Jadi, mari kita terus jaga kebersihan, tetap waspada, dan selalu semangat dalam melindungi pasien-pasien kita dari infeksi silang. Karena, di tangan kitalah kesehatan dan keselamatan mereka. Salam sehat...

 

 

Penulis : Raden Mas Bagus Kasatrio / IPCN RSUD LEUWILIANG