PENTINGNYA KEWASPADAAN ISOLASI DI RUMAH SAKIT




PENTINGNYA KEWASPADAAN ISOLASI DI RUMAH SAKIT

 

 

Bismillahirrahmannirrahim.

 

 

Baru saja endemik infeksi COVID-19 berlalu…. Lalu apa kabar dengan kesehatan Indonesia saat ini ?

 

Masih banyak sekali PR yang harus kita lakukan bersama untuk membuat dan menata kembali lingkungan rumah sakit yang dapat mengurangi resiko penyakit menular pada petugas kesehatan baik dari sumber infeksi yang diketahui maupun yang tidak diketahui.

Dimasa kehidupan pandemi kini, khususnya kita sebagai perawat IPCN dituntut mampu mengembangkan gagasan baru dan besikap responsif yang bertujuan dalam pencegahan dan pengendalian infeksi di rumah sakit dan di pelayanan kesehatan, sehingga kita mampu memutus rantai penularan infeksi pasien dengan pasien, pasien dengan petugas, petugas dengan pasien, atau melalui alat – alat kesehatan, sarana dan fasilitas pelayanan kesehatan di lingkungan rumah sakit dan pelayanan kesehatan.

Setiap pasien yang dirawat di rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya berhak mendapatkan pelayanan yang aman dan bermutu.

Salah satu upaya agar pasien aman adalah dengan menerapkan program Kewaspadaan Isolasi. Kewaspadaan isolasi adalah upaya menurunkan risiko Healthcare Associated Infections (HAIs), yaitu infeksi yang di dapat di rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan lainnya .

Kewaspadaan isolasi adalah suatu konsep yang harus diterapakan dirumah sakit dalam upaya pencegahan dan pengendalian infeksi. Pengalaman saya dalam menjalani tugas sebagai perawat IPCN untuk menerapkan konsep kewaspadaan isolasi bukanlah hal yang mudah tetapi ini adalah tantangan bagi saya sebagai perawat IPCN. Untuk menjalani tugas ini saya pribadi justru tetap semangat, berjuang pantang menyerah agar terciptanya masyarakat bebas infeksi.

Disini penulis khusus bertujuan ingin menerapkan kewaspadaan isolasi dirumah sakit agar mengurangi resiko penyakit menular. Banyak sekali kendala yang saya hadapi dalam melaksanakan program ini, antara lain sulitnya merubah budaya buruk menjadi budaya yang baik.

Mengontrol rutin keliling rumah sakit setiap hari sudah biasa menjadi pekerjaan saya, banyak sekali temuan-temuan saat mengontrol unit-unit di rumah sakit. Tentunya diperlukan kesabaran dari saya dalam memberikan edukasi-edukasi kepada petugas-petugas rumah sakit agar bekerja sesuai dengan Prosedur Operasi Standar (SOP). Pendekatan dengan ramah tamah dan dibekali ilmu sebagai modal saya dalam memberikan edukasi kepada sesama karyawan di rumah sakit, kepada pasien, kepada penunggu pasien dan pengunjung rumah sakit.

Sekali waktu ada perasaan yang berkecamuk, jenuh, bosan, dan lelah dalam menjalani tugas ini karena merasa sulit untuk merubah budaya yang buruk menjadi budaya yang baik. Namun perasaan tersebut saya buang jauh, saya harus semangat, kuat dan bercita-cita mewujudkan rumah sakit dimana saya bekerja menjadi rumah sakit yang dapat menekan angka infeksi dan memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.


Perlu perjuangan dan semangat dan dukungan dari manajemen dari bebagai pihak yang terkait dalam melaksanakan progam ini.

Program Penerapan kewaspadaan standar isolasi dengan harapan dapat menurunkan resiko penularan penyakit, yang harus rutin dilaksanakan disemua fasilitas pelayanan kesehatan.

Adapun konsep kewaspadaan isolasi yaitu :

 

 

A.  Konsep kewaspadaan standar terdiri dari:

1.  kebersihan tangan;

2. Alat pelindung diri (APD);

3.  Manajemen limbah dan benda tajam;

4.  Penempatan pasien;

5.  Pengendalian lingkungan;

6.  Manajemen linen;

7.  Perawatan peralatan pasien (dekontaminasi dan sterilisasi);

8.  Kesehatan karyawan;

9.  Praktek lumbal fungsi;

10.  Etka batuk/bersin;

11. Penyuntikan yang aman.

 

 

B.  Kewaspadaan berdasarkan transmisi:

1.  Kontak;

2.  Droplet;

3. Airborne.

 

 

Puji syukur berkat doa, semangat, perjuangan dan dukungan dari berbagai pihak terkait, RSU.Holistic Purwakarta dapat menerapkan dan menjalankan program Kewaspadaan Isolasi. Program ini tidak semata-mata untuk mendapatkan bintang lima, namun tujuan program kewaspadaan isolasi ini terus berkesinambungan dan terus brjalan.

Walupun jauh dari kata sempurna namun dengan kekuatan doa, semangat motivasi dan dukungan dari berbagai pihak rumah sakit saya bertekad dan terus berjuang menjalankan program pencegahan pengendalian infeksi ini.

Semoga perjuangan kami sebagai perawat IPCN dapat membawa dampak baik kedepannya, sehingga terwujud masyarakat bebas insfeksi.

 

Salam sehat….Terimakasih